February 12th, 2008
Mengisi liburan semester ( part II )
Ada satu kalimat yang biasa menjadi jurus andalan di pelajaran bahasa Indonesia waktu kita SD dulu sebagai awal dari paragraph pembuka-nya, yaitu “PADA SUATU HARI”, nah demi menghormati nilai – nilai leluhur pada masa itu gw pake ya kali ini.
Pada suatu hari yang cukup mendung sekelompok anak manusia (yang waktu terakhir di-cek ternyata masih berkelamin pria tanpa kurang 1 organ pun ) yang berdomisili di suatu kawasan elit pinggiran Jakarta barat yang biasa dikenal dengan sebutan KEMANG-gisan merencanakan untuk berkelana. Maka tersebutlah salah satu wilayah wisata terkenal di daerah kota sebagai tujuannya, daerah itu biasa dikenal oleh patih gajah mada dengan sebutan TAO DUA ( to be honest, this is Hasanuddin language ~_~ ). Ga ada buku pintar ato mungkin ensiklopedia yang menjelaskan ( ato malah mungkin gw yang males nyarinya ) kenapa nama tempat ini harus disebut dangan nama itu. Tapi sebagai patriot yang sopan dan setia gw punya pemikiran sendiri buat ini, kenapa harus ada sepasang mangga sebagai nama sekaligus logo yang menjadi pilihannya?

Analisis gw…
1. Ada 2 gedung kembar terpisah dan masing – masing mempunyai karakteristik berbeda.
2. Pada gedung di kiri jalan ( kita lihat dari arah stasiun kota ) mempunyai ciri khas berisi barang – barang yang berhubungan dengan kain dan beberapa pernak – perniknya pada bagian utama, dan barang – barang yang sangat memanjakan anak – anak pada bagian agak pinggir, hubungannya dengan console games.
3. Pada gedung di kanan jalan, berisikan barang – barang eletronik serta hal – hal yang berhubungan dengan video-audio juga alat – alat musik.
4. Di jembatan pengubung kedua gedung ini terdapat ini tedapat barang – barang peralihan dari masing – masing gedung, jadi setengah diisi dengan barang – barang dari gedung pertama setengahnya lagi dari gedung kedua.
5. di gedung pertama juga terdapat sebagian kecil barang yang mempunyai ciri gedung kedua, begitu juga sebaliknya. Layaknya yin dan yang.
Kesimpulan perempat final :
- Gedung 1 melambangkan wanita dengan anak yang terkandung di dalamnya.
- Gedung 2 melambangkan pria.
Kesimpulan semi final :
Jembatan tadi adalah bahasa bumi sebagai bahasa netral pemersatu bukannya venus ato mars.
Kesimpulan final :
“Daerah wisata” ini melambangkan kehidupan pria dan wanita dimana komunikasi dengan saling pengertian adalah sebagai permersatu-nya.
Waaahhh, ternyata MANGGA 2 PUN punya filosofi yang menarik yah…
PascaBlog :
1. Gw malah lupa cerita kalo tujuan gw kesan tuh buat beli DVD X-BOX yang nyarinya dah kaya’ berburu keris empu gandring ~_~.

2. Sempat ngeliat bangkai bis transjakarta yang meledak pada bagian belakang di pengalengan ikan harmoni.

3. Gw juga beli karped baru lho.
4. Gara – gara PB point 3 terpaksa gw harus mencari alternatip nasi aking bahkan sagu dan jagung sekalipun sebagai makanan pokok ~_~.





